
Sharing Session Episode 110, Dorong Pemanfaatan Energi Tenaga Surya
Samarinda- Lonjakan harga energi global menjadi pengingat pentingnya kemandirian energi nasional. Kondisi ini mendorong berbagai pihak mencari solusi yang efisien dan berkelanjutan. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak luas terhadap masyarakat, mulai dari meningkatny




Samarinda-Lonjakan harga energi global menjadi pengingat pentingnya kemandirian energi nasional. Kondisi ini mendorong berbagai pihak mencari solusi yang efisien dan berkelanjutan.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak luas terhadap masyarakat, mulai dari meningkatnya biaya hidup hingga naiknya biaya operasional barang dan jasa yang berpengaruh pada pelayanan publik.
Untuk itu, BPSDM Kaltim menggelar Sharing session bertema “BBM Naik, Saatnya Beralih Panen Surya sebagai Solusi Energi Hemat dan Masa Depan Indonesia” yang digelar secara virtual, Selasa (070/4/26), menghadirkan narasumber Ahmad Agus Setiawan, Kepala Laboratorium Energi Terbarukan Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM.
Ketergantungan terhadap energi fosil masih menjadi tantangan besar. Karena itu, diperlukan langkah konkret melalui pemanfaatan energi alternatif. Pemerintah pun terus mendorong transisi energi dengan meningkatkan target bauran energi baru terbarukan.
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur, Dra Nina Dewi M.AP, menegaskan pengembangan energi terbarukan merupakan langkah penting untuk mewujudkan kemandirian energi nasional. Menurut Nina Dewi, upaya ini juga bertujuan mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga energi global.
Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar, namun pemanfaatannya belum optimal. Diperlukan pemahaman, inovasi teknologi, serta dukungan kebijakan agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan.
Pemanfaatan panel surya kini semakin relevan sebagai solusi efisiensi energi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. ASN pun dituntut adaptif dan inovatif dalam merespons isu masa depan, termasuk transisi energi.


