
Sharing Session Episode 100, Soroti Ancaman Silent Burnout Pada ASN
Samarinda- BPSDM Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kompetensi ASN melalui pelaksanaan Sharing Session ke-100 yang digelar secara virtual pada Selasa, 2 Desember 2025. Momentum ini menjadi penanda penting perjalanan program pembelajaran r





Samarinda-BPSDM Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kompetensi ASN melalui pelaksanaan Sharing Session ke-100 yang digelar secara virtual pada Selasa, 2 Desember 2025. Momentum ini menjadi penanda penting perjalanan program pembelajaran rutin yang telah menghadirkan berbagai topik strategis bagi aparatur dari seluruh Indonesia.
Pada kesempatan ini, Sekretaris BPSDM Prov. Kaltim, Anna Midawaty, hadir mewakili Kepala BPSDM Provinsi Kaltim untuk menyampaikan sambutan. Dalam pengantarnya, Anna memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Sharing Session yang telah berkembang menjadi sarana berbagi ilmu, pengalaman, dan peningkatan wawasan ASN lintas instansi.
Mengangkat tema “Silent Burnout: Ancaman Diabetes di Kalangan ASN”, kegiatan menghadirkan dr. Reoethmia Yaniari, Sp.PD, FINASIM sebagai narasumber, dengan Widyaiswara BPSDM Kaltim Fauziah, S.ST., M.Kes sebagai moderator. Anna menegaskan bahwa topik ini sangat relevan dengan dinamika pekerjaan ASN yang seringkali dituntut untuk bekerja cepat, tepat, dan terus bergerak dalam tekanan yang tidak selalu tampak.
Sekretaris BPSDM menjelaskan bahwa silent burnout tidak hanya memengaruhi performa dan produktivitas, tetapi juga dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes yang sering berkembang tanpa gejala nyata. Karena itu, menurutnya, penting bagi ASN untuk memahami pola stres kerja, menjaga keseimbangan hidup, serta melakukan deteksi dini agar kesehatan tetap terjaga.
Melalui kegiatan ini, Ia berharap seluruh peserta mendapatkan wawasan yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara gaya hidup, kesehatan mental, dan risiko penyakit kronis. Ia juga mendorong peserta untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan membagikannya kepada rekan kerja di instansi masing-masing.


