
Sharing Session Episode 119 Bahas Shared Pessimism dan Krisis Kepercayaan dalam Pelayanan Publik
Samarinda-Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. Ketika masyarakat dan aparatur sama-sama memiliki prasangka negatif, kondisi tersebut dapat memunculkan shared pessimism yang berpotensi memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat. Persoalan ini menjadi bahasan utama Sharing Session Episode 119 yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (26/8/26) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan mengangkat tema “Membongkar Shared Pessimism, Respons Defensif ASN, dan Krisis Kepercayaan dalam Pelayanan Publik” dengan menghadirkan Dr. phil. Reza Fathurrahman, M.P.P., Kepala Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia, sebagai narasumber.
Kepala BPSDM Kaltim, Dra. Nina Dewi, M.AP., dalam sambutannya menjelaskan bahwa shared pessimism terjadi ketika masyarakat dan aparatur sama-sama memiliki prasangka negatif terhadap pihak lainnya. Masyarakat dapat berpikir bahwa pengaduan tidak akan ditanggapi, sementara aparatur merasa masyarakat hanya mencari kesalahan.
“Kalau cara berpikir seperti ini terus terjadi, akhirnya muncul lingkaran yang tidak sehat: masyarakat semakin tidak percaya, aparatur semakin defensif, dan kualitas interaksi menjadi semakin buruk. Karena itu, lingkaran tersebut harus kita putus,” ujar Nina.
Kepala BPSDM menegaskan, kritik masyarakat tidak seharusnya selalu dipandang sebagai serangan. Kritik merupakan informasi, keluhan menjadi masukan, dan pengaduan dapat menjadi data untuk memperbaiki pelayanan.
“Setiap kritik perlu kita dengarkan, kita verifikasi, dan kita respons secara profesional. Sebagai ASN, kita dituntut untuk mampu menerima kritik tanpa kehilangan sikap profesional,” jelasnya.
Kegiatan yang dimoderatori Dr. Sugeng Chairuddin, M.Si., Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Provinsi Kaltim, diharapkan memperkuat kemampuan ASN dalam merespons kritik dan pengaduan masyarakat secara bijak serta menjadikannya sebagai bagian dari proses perbaikan pelayanan publik.
Melalui Kalimantan Timur Corporate University, BPSDM Kaltim terus menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan untuk membangun ASN yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan birokrasi modern. (/mul)
