
BPSDM Kaltim Perkuat Kepemimpinan Kepala Sekolah, Dorong Transformasi Pendidikan
Samarinda-Penguatan kapasitas kepala sekolah menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur. Hal tersebut menjadi fokus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepala SMA/SMK/SLB di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan. Rabu (26/8/26).
Kegiatan yang berlangsung secara klasikal selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026, tersebut diikuti 40 kepala SMA, SMK, dan SLB di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pelatihan dirancang untuk memperkuat kapasitas kepala sekolah dalam menjalankan kepemimpinan yang reflektif, kolaboratif, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan mutu satuan pendidikan.
Kepala BPSDM Kaltim Dra. Nina Dewi, M.AP., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai pengelola administrasi dan sumber daya sekolah, tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, pembangun budaya sekolah, serta pengembang kapasitas guru dan tenaga kependidikan.
“Sekolah yang berkualitas tidak hanya membutuhkan sarana dan prasarana serta kurikulum yang baik, tetapi juga kepemimpinan kepala sekolah yang mampu menggerakkan seluruh warga sekolah untuk memiliki visi yang sama dan bekerja bersama,” ujar Nina Dewi.
Kepala BPSDM memberikan perhatian khusus terhadap kompetensi sosial kepala sekolah yang dinilai sangat penting dalam membangun kepercayaan, komunikasi, kolaborasi, dan pengaruh positif terhadap seluruh warga sekolah. Menurutnya, kewenangan formal saja tidak cukup untuk menggerakkan perubahan di satuan pendidikan.
“Kepala sekolah tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengelola sekolah, tetapi juga harus memiliki kemampuan memimpin manusia. Memimpin manusia berarti membangun kepercayaan, menumbuhkan motivasi, menyatukan perbedaan, mendengarkan aspirasi, memberikan keteladanan, serta menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama,” jelasnya.
Nina berharap pelatihan tidak sekadar menjadi sarana menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk merefleksikan praktik kepemimpinan yang telah dijalankan. Para kepala sekolah didorong untuk membangun komunikasi terbuka, menciptakan ruang kolaborasi, memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan, serta terus mendorong inovasi di sekolah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional (PKMF) BPSDM Kaltim, Apriyana Rachmawaty, selaku penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan total 25 Jam Pelajaran (JP). Pembelajaran dilakukan melalui paparan, diskusi, studi kasus, praktik, refleksi, serta metode lainnya.
“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme kepala sekolah dalam kepemimpinan, manajemen sekolah, dan peningkatan mutu pembelajaran, sekaligus menghasilkan Rencana Tindak Lanjut yang dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing,” kata Apriyana.
Materi pelatihan meliputi pemahaman peran dan tanggung jawab kepala sekolah, refleksi kepemimpinan, komunikasi dan hubungan kerja, pembangunan kepercayaan dan kolaborasi, penanganan perbedaan pendapat dan konflik, pengelolaan sumber daya, hingga pengembangan inovasi sekolah.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Bidang SKPK BPSDM Kaltim Siti Djaitun, Kepala Bidang PKT Roslindawaty, para pejabat fungsional Analis Pengembangan Kompetensi dan Widyaiswara, serta para pelaksana Bidang PKMF.
Melalui pelatihan ini, BPSDM Kaltim berharap para kepala sekolah mampu menerapkan hasil pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing dan menjadi pemimpin yang humanis, kolaboratif, inovatif, serta mampu menggerakkan transformasi pendidikan di Kalimantan Timur. (/mul)


