
Sharing Session Episode 116, Tekankan Peran ASN Menjaga Kepercayaan Publik
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur kembali menyelenggarakan Sharing Session Episode ke-116 dengan mengangkat tema "ASN sebagai Penjaga Damai di Tengah Konflik, Polarisasi, dan Krisis Kepercayaan Publik", Selasa (7/7/26). Kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai instansi ini menjadi ruang penguatan kapasitas aparatur dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks.
Kegiatan dibuka oleh Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur, Dra. Nina Dewi, M.AP. Hadir sebagai narasumber Dr. Vandyarman Mulya Priyanda, S.Sos., M.A., Dosen STIAMI sekaligus Aparatur Sipil Negara pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bekasi, dengan moderator Fauziah, S.ST., M.Kes., Widyaiswara BPSDM Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Nina Dewi menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana masyarakat dihadapkan pada berbagai dinamika, mulai dari perbedaan pandangan, derasnya arus informasi di media sosial, hingga meningkatnya ekspektasi terhadap kualitas pelayanan publik. Menurutnya, situasi tersebut menuntut ASN tidak hanya mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga berperan sebagai perekat bangsa dan penguat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
"Kepercayaan masyarakat tidak hanya dibangun melalui kebijakan yang baik, tetapi juga melalui sikap aparatur yang profesional, komunikatif, adil, dan mampu menghadirkan pelayanan yang memberikan rasa aman serta rasa keadilan. ASN bukan sekadar pelaksana administrasi pemerintahan, tetapi merupakan wajah negara yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat," ujar Nina Dewi.
Kepala BPSDM juga menyoroti posisi strategis Kalimantan Timur sebagai lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang membawa berbagai peluang sekaligus tantangan. Percepatan pembangunan dan meningkatnya mobilitas masyarakat, menurutnya, mengharuskan ASN memiliki kemampuan komunikasi yang baik, kepekaan sosial, serta kecakapan dalam membaca potensi konflik agar mampu membangun dialog yang konstruktif dengan masyarakat.
Lebih lanjut, Nina Dewi mengingatkan bahwa nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK harus diwujudkan dalam perilaku nyata di lingkungan kerja. Orientasi pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, harmoni, loyalitas, adaptivitas, dan kolaborasi menjadi fondasi penting agar ASN mampu menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai persoalan publik.
Melalui penyelenggaraan Sharing Session ini, BPSDM Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan program pengembangan kompetensi yang relevan dengan tantangan zaman. Penguatan kapasitas ASN tidak lagi terbatas pada aspek regulasi dan administrasi, tetapi juga mencakup kepemimpinan, komunikasi publik, manajemen konflik, pengambilan keputusan, serta kemampuan membangun kepercayaan masyarakat.
"Kami berharap seluruh peserta memperoleh perspektif baru mengenai bagaimana ASN mampu menjadi bagian dari solusi, menjadi penyejuk di tengah masyarakat, menyampaikan informasi yang benar, mendengar aspirasi publik, dan memberikan pelayanan yang profesional tanpa kehilangan empati," tutup Nina Dewi. (/mul)


