
Audiensi PKA Angkatan XIII 2026, Wagub Kaltim Dorong Peserta Wujudkan Aksi Perubahan Berdampak
Samarinda-Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) tidak hanya membekali peserta dengan kompetensi manajerial, tetapi juga mendorong lahirnya pemimpin perubahan yang mampu menghadirkan inovasi bagi organisasi. Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi 37 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XIII Tahun 2026 bersama Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Seno Aji yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur di Ruang Tepian I Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (7/7/26).
Audiensi yang menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran PKA yang diikuti pejabat administrator (Eselon III) dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan wawasan kepemimpinan sekaligus memperoleh arahan strategis mengenai peran administrator dalam mendukung pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Wagub Seno Aji menegaskan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Administrator memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus memperkuat kapasitas birokrasi yang adaptif dan berorientasi pada hasil.
Menurutnya, kompetensi kepemimpinan administrator sangat dibutuhkan untuk mendorong lahirnya inovasi dan aksi perubahan di setiap perangkat daerah. Para peserta diharapkan mampu melanjutkan sekaligus mengembangkan berbagai terobosan yang telah dirintis sebelumnya sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
"Apabila para kepala bidang yang mengikuti pelatihan ini mampu melaksanakan aksi perubahan di bidangnya masing-masing, hasilnya akan memberikan dampak besar bagi pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta mendorong peningkatan pendapatan daerah," ujar Seno Aji.
Beliau juga mengingatkan agar pelatihan tidak menjadi sekadar formalitas, tetapi benar-benar menghasilkan inovasi yang berkelanjutan.
"Pelatihan ini harus menjadi momentum untuk menghadirkan inovasi dan perbaikan layanan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," tegasnya.
Sebelumnya, Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur, Dra. Nina Dewi, M.AP., menjelaskan bahwa PKA merupakan program pengembangan kompetensi untuk membentuk pejabat administrator yang memiliki kompetensi manajerial sekaligus mampu memimpin perubahan di lingkungan kerjanya.
PKA Angkatan XIII Tahun 2026 dilaksanakan pada 1 Juni hingga 20 Agustus 2026 dan diikuti 37 peserta dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pelatihan berlangsung selama 113 hari atau setara 908 jam pelajaran dengan metode blended learning yang meliputi pembelajaran mandiri, e-learning, pembelajaran klasikal, serta aktualisasi aksi perubahan di unit kerja masing-masing.
"Melalui pelatihan ini diharapkan lahir pemimpin-pemimpin administrator yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah pada masa mendatang," Nina Dewi.
Melalui penyelenggaraan PKA, BPSDM Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen mencetak pemimpin birokrasi yang profesional, berintegritas, adaptif, dan mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif serta pelayanan publik yang semakin berkualitas. (/mul)
Foto: Agus/Andi/BPSDM


