
Sharing Session Episode 120 Bahas Konflik Nilai dan Kesehatan Mental ASN
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur, Dra. Nina Dewi, M.AP., menekankan pentingnya menjaga integritas sekaligus kesehatan mental ASN di tengah tekanan dan tantangan dalam lingkungan kerja.
Hal tersebut disampaikan Nina Dewi saat memberikan sambutan pada Sharing Session Episode 120 bertema “Ketika Integritas Bertemu Tekanan Sistem, Memahami Konflik Nilai, Luka Psikologis dan Peran Organisasi dalam Menjaga Kesehatan Mental ASN.” Rabu (9/9/26)

Dalam sambutannya, Nina Dewi menyampaikan bahwa menjadi ASN bukan hanya berkaitan dengan pencapaian target kinerja, tetapi juga menjaga integritas, etika, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Dalam pelaksanaan tugas, ASN dapat menghadapi tekanan hierarki, tuntutan pekerjaan, hingga konflik antara nilai profesional dengan kondisi organisasi.
“Kesehatan mental ASN tidak dapat dipandang semata-mata sebagai tanggung jawab individu. Organisasi dan pimpinan juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis, terbuka, adil, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai integritas,” ujarnya.
Kepala BPSDM berharap Sharing Session kali ini menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk mengenali tekanan, memahami konflik nilai, serta membedakan stres kerja, burnout, moral distress, maupun luka psikologis. Peserta juga diharapkan memahami kapan persoalan dapat dihadapi secara individual dan kapan diperlukan perbaikan pada sistem organisasi.

“Birokrasi yang hebat bukan hanya birokrasi yang mampu mencapai target, tetapi birokrasi yang mampu menjaga manusia-manusia di dalamnya untuk tetap berintegritas, sehat, dan bermakna dalam menjalankan pengabdian,” lanjutnya.
Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Nurul Hartini, M.Kes., Psikolog, Guru Besar Psikologi Klinis Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, sebagai narasumber. Sementara moderator adalah Badi'Zulfa Nihayati, S.Psi., M.AP., Widyaiswara BPSDM Provinsi Kalimantan Timur.
Nina Dewi mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan secara aktif, berdiskusi, dan menggali pengalaman dari narasumber agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. (/mul)

