
Peserta PKP Angkatan XXV Masuki Tahap Studi Lapangan
Samarinda-Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XXV di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memasuki tahap Studi Lapangan (Stula) yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (1/9/26). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran untuk memperluas wawasan peserta mengenai praktik kepemimpinan dan inovasi pelayanan publik.
Sambutan sekaligus membuka kegiatan disampaikan Kepala BPSDM Kaltim Dra. Nina Dewi, M.AP. Dalam sambutannya menekankan bahwa stula bukan sekadar melihat keberhasilan organisasi lain, tetapi menjadi kesempatan bagi peserta untuk memahami proses di balik keberhasilan sebuah inovasi.
“Studi Lapangan bukan sekadar kegiatan untuk melihat keberhasilan organisasi lain. Stula adalah kesempatan untuk belajar bagaimana sebuah keberhasilan dibangun. Peserta harus mampu menggali bagaimana masalah dikenali, solusi dirumuskan, tim digerakkan, perubahan dikelola, hingga inovasi memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Nina Dewi.
Kepala BPSDM juga mengingatkan peserta agar tidak berhenti pada pertanyaan mengenai apa yang dilakukan oleh lokus pembelajaran, tetapi menggali alasan, strategi, tantangan, peran kepemimpinan, hingga cara mengukur keberhasilannya.
“Yang paling penting adalah apa yang dapat kita adaptasi di Kalimantan Timur. Kita tidak harus menyalin sebuah inovasi secara utuh, tetapi membawa pulang prinsip, cara berpikir, strategi, dan semangat perubahannya,” tambahnya.
Sementara itu, laporan penyelenggaraan disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional (PKMF) BPSDM Kaltim Apriyana Rachmawaty S.Psi., M.AP. Disampaikan stula diikuti 40 peserta yang dibagi dalam dua kelompok dengan masing-masing didampingi Widyaiswara Pembimbing.
Peserta akan belajar dari dua lokus di Provinsi Jawa Tengah. Kelompok pertama mengikuti pembelajaran di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto melalui inovasi E-Va Centil (Electronic Validation Cara Cepat dan Akurat Jamin Lancarkan) Klaim BPJS. Sementara kelompok kedua mempelajari inovasi Hetero Space pada Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah.

