
Komunikasi Efektif Jadi Kunci Pelayanan, BPSDM Kaltim Gelar Bimtek bagi Nakes
Samarinda-Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis tenaga kesehatan, tetapi juga kemampuan berkomunikasi yang efektif dan humanis. Hal tersebut disampaikan Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur Dra Nina Dewi, saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Bimbingan Teknis Komunikasi Efektif dan Public Speaking bagi Tenaga Kesehatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (19/05/26).
Dalam sambutannya, Nina Dewi menegaskan bahwa tenaga kesehatan merupakan garda terdepan pelayanan publik yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat dalam berbagai kondisi dan karakter yang berbeda.
“Keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis tenaga kesehatan, tetapi juga oleh kemampuan komunikasi yang efektif, santun, empatik, dan mampu membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Kepala BPSDM menyampaikan, kemampuan menyampaikan informasi secara jelas dan humanis menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik. Menurutnya, persoalan pelayanan sering kali muncul bukan karena kurangnya kemampuan teknis, melainkan akibat komunikasi yang kurang efektif.
“Sering kali persoalan dalam pelayanan bukan semata-mata karena kurangnya kemampuan teknis, tetapi karena adanya kesalahpahaman komunikasi ataupun kurangnya kemampuan membangun hubungan interpersonal yang baik dengan masyarakat,” katanya.
Nina berharap melalui kegiatan ini para peserta mampu menjadi tenaga kesehatan yang komunikatif, profesional, dan mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada masyarakat.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berdiskusi, dan meningkatkan kapasitas diri,” ucapnya.
Sementara itu, laporan penyelenggara disampaikan Kepala Bidang PKMF BPSDM Kaltim, Apriyana Rachmawaty menyampaikan bahwa bimtek ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi efektif dan public speaking bagi tenaga kesehatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 Mei 2026, diikuti sebanyak 40 peserta dari perangkat daerah, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Melalui kegiatan ini, saya berharap akan lahir tenaga kesehatan yang mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, ramah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” pungkasnya. (/mul)
Foto: Andi/BPSDM


