
Kaltim CorpU Webinar Series, Aparatur Harus Berani Mengambil Kebijakan Secara Terukur
Samarinda-Tantangan birokrasi modern menuntut aparatur pemerintah mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan tetap terukur. Hal tersebut menjadi fokus dalam Kaltim CorpU Webinar Series bertema “Berani Mengambil Kebijakan, Cerdas Mengelola Risiko di Era Pemerintahan Modern” yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Timur. Jumat (29/5/26).
Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui YouTube, sehingga dapat diikuti peserta dari berbagai perangkat daerah dan instansi di seluruh Indonesia.
Kegiatan dibuka oleh Kepala BPSDM Provinsi Kaltim, Dra. Nina Dewi, M.AP. Dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital, dinamika sosial ekonomi, hingga tingginya tuntutan pelayanan publik menuntut aparatur pemerintah bekerja lebih adaptif, inovatif, dan responsif.
“Keberanian dalam mengambil kebijakan menjadi salah satu kualitas penting yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin dan pengambil keputusan,” ungkapnya.
Menurut Kepala BPSDM, keberanian tersebut harus diiringi kemampuan berpikir strategis, memahami regulasi, mempertimbangkan dampak, serta mengelola risiko secara cerdas dan terukur.
Nina Dewi juga menyampaikan bahwa paradigma birokrasi saat ini tidak lagi hanya administratif dan prosedural, tetapi dituntut lebih lincah, kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada hasil. Karena itu, manajemen risiko menjadi bagian penting dalam proses pengambilan kebijakan agar pelaksanaan program berjalan lebih akuntabel dan efektif.
Webinar menghadirkan Kepala Pusat Riset Korporasi, Koperasi dan Ekonomi Kerakyatan BRIN, Irwanda Wisnu Wardana sebagai narasumber yang di pandu moderator I Made Kertayasa.
Melalui kegiatan ini, BPSDM Kaltim berharap aparatur pemerintah dapat memperkuat kompetensi dalam pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan kemampuan mengelola risiko di tengah dinamika pemerintahan yang terus berkembang.
“Kita membutuhkan aparatur yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, keberanian, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan mengelola risiko secara tepat,” tutup Nina Dewi. (/mul)
Dokumentasi: Andi/BPSDM Kaltim

