
Kaltim CorpU Webinar Series Jadi Ruang Belajar ASN Hadapi Megatrend Global dan IKN
Samarinda-Di tengah pesatnya perubahan global dan percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penyelenggaraan Kaltim CorpU Webinar Series bertema "Megatrend Global dan Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah dalam Mendukung Ibu Kota Nusantara" yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (2/7/26).
Kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi, dunia usaha, hingga masyarakat umum dari berbagai wilayah di Indonesia ini dibuka secara resmi oleh Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur, Dra. Nina Dewi, M.AP. Webinar menghadirkan narasumber Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita Ibu Kota Nusantara, Dr. Drs. Thomas Umbu Pati TB, M.Si. sebagai pembicara utama, serta dipandu oleh Viko Januardhy, S.Sos., M.A. selaku moderator.
Dalam sambutannya, Nina Dewi menyampaikan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial, ekonomi hijau, perubahan iklim, dinamika demografi, hingga geopolitik global menjadi bagian dari megatrend yang akan menentukan arah pembangunan dan tata kelola pemerintahan di masa depan. Karena itu, pemerintah dituntut semakin adaptif, inovatif, dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang efektif serta berbasis teknologi.
Menurutnya, pembangunan Ibu Kota Nusantara bukan hanya menghadirkan pusat pemerintahan baru, tetapi juga menjadi momentum transformasi menuju birokrasi modern yang cerdas, berkelanjutan, dan berorientasi pada masa depan. Sebagai daerah yang menjadi lokasi IKN, Kalimantan Timur memiliki tanggung jawab besar untuk mempersiapkan tata kelola pemerintahan yang mampu menjawab berbagai tantangan tersebut.
"Pembangunan Ibu Kota Nusantara tidak hanya menghadirkan perubahan fisik, tetapi juga menuntut perubahan cara berpikir, cara bekerja, dan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ASN harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjadi motor penggerak transformasi birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik," tegas Nina Dewi.
Kepala BPSDM menambahkan, transformasi tata kelola tidak mungkin terwujud tanpa didukung aparatur yang profesional, adaptif, dan terus belajar. ASN dituntut memiliki kemampuan berpikir strategis, memanfaatkan teknologi digital, mengelola data sebagai dasar pengambilan keputusan, serta membangun kolaborasi lintas sektor guna menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Melalui Kaltim CorpU Webinar Series, Kepala BPSDM Kaltim berharap lahir berbagai gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang mampu mempercepat terwujudnya tata kelola pemerintahan daerah yang adaptif terhadap perubahan global, sekaligus memperkuat kesiapan sumber daya manusia aparatur dalam menyongsong Ibu Kota Nusantara dan pembangunan Indonesia di masa depan. (/mul)


