
Groundbreaking Ceremony Batoq Kelo Hydropower Project
Samarinda-Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur Dra. Nina Dewi, M.AP menghadiri prosesi Groundbreaking Ceremony Batoq Kelo Hydropower Project yang digelar di Pendopo Odah Etam, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (25/5/26).
Kegiatan ini menjadi tonggak dimulainya pembangunan proyek strategis energi baru terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 megawatt yang berlokasi di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Proyek tersebut digadang menjadi salah satu pembangkit listrik tenaga air terbesar di Kalimantan Timur sekaligus simbol masa depan energi hijau Indonesia.
Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud (Harum) dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan PLTA Batoq Kelo bukan sekadar proyek pembangkit listrik, melainkan investasi jangka panjang yang diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat serta membuka akses kawasan pedalaman.
“Ini bukan hanya proyek listrik 300 megawatt, tetapi proyek masa depan untuk masyarakat Kalimantan Timur. Kehadirannya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat konektivitas wilayah terpencil,” tegas Gubernur Rudy Mas’ud.
Selain pembangunan pembangkit listrik, proyek ini juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung berupa jalan sepanjang 122 kilometer dan jembatan sepanjang 120 meter yang akan menghubungkan wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, Chairman Handa Group sekaligus Owner PT TMM Zi Fenggao, Chairman Sinohydro Wang Qi, Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan, jajaran perangkat daerah, investor, serta para pemangku kepentingan lainnya. (/mul)
Foto: Andi/BPSDM


