
Demonstrasi di BPSDM Kaltim, Bagian dari Simulasi Pelatihan Dasar Pol PP








Samarinda-Suasana demonstrasi terlihat di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur. Namun, aksi tersebut bukan demonstrasi sungguhan, melainkan bagian dari simulasi dalam rangka Pelatihan Dasar Polisi Pamong Praja (Pol PP) Tahun 2026. Kamis (01/10/26)
Simulasi ini menjadi sarana pembelajaran praktik bagi peserta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan dalam menghadapi situasi demonstrasi serta berbagai dinamika ketenteraman dan ketertiban umum di lapangan.
Dalam simulasi, peserta mempraktikkan tahapan penanganan massa, membangun komunikasi, melakukan koordinasi, serta mengambil tindakan secara terukur sesuai tugas dan fungsi Polisi Pamong Praja. Skenario yang disiapkan memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menghadapi kondisi yang membutuhkan ketenangan, ketegasan dan kerja sama tim.
Pelatihan Dasar Pol PP Tahun 2026 diikuti aparatur Polisi Pamong Praja dari lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur.
Pelaksanaan pelatihan didukung melalui sinergi BPSDM Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Kementerian Dalam Negeri, serta Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Kaltim.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pembelajaran yang komprehensif, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan teknis kepada peserta. Melalui simulasi, peserta tidak hanya memahami prosedur secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam menerapkan langkah-langkah penanganan situasi di lapangan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi aparatur Polisi Pamong Praja agar semakin sigap, disiplin, profesional dan mampu menjalankan tugas secara humanis serta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pelatihan juga menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarpersonel dalam mendukung terciptanya ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat di Kalimantan Timur. (/mul)
Foto: Andi/BPSDM

