
BPSDM Buka Empat Pelatihan Sekaligus, Nina Dewi: "ASN Dituntut Adaptif di Era Dinamis"
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur menggelar empat kegiatan pengembangan kompetensi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim, ditandai dengan pembukaan pelatihan yang berlangsung di Aula Utama I BPSDM Kaltim. Senin (18/05/26).
Kegiatan tersebut meliputi Pelatihan Bendaharawan, Pelatihan Manajemen Risiko, Pelatihan Public Speaking and Effective Communication Skill, serta Bimbingan Teknis Pengembangan Kompetensi Aparatur Satuan Polisi Pamong Praja Guna Mendukung Kinerja Penegakan Perda Angkatan I.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur, Dra Nina Dewi. Dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan kompetensi ASN harus dilakukan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan birokrasi yang terus berkembang.
“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur yang profesional, adaptif, dan memiliki kompetensi sesuai tuntutan tugas serta perkembangan lingkungan strategis pemerintahan saat ini,” ujarnya.
Menurutnya, tata kelola pemerintahan yang baik tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga kualitas aparatur yang menjalankannya.
“ASN harus mampu bekerja secara profesional, memiliki integritas, serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan regulasi dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Pada Pelatihan Bendaharawan, Nina Dewi menekankan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang tertib dan akuntabel. Nina juga menyebut bendaharawan memiliki peran strategis dalam menjaga transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi.
Sementara pada Pelatihan Manajemen Risiko, Kepala BPSDM mengingatkan bahwa penerapan manajemen risiko kini menjadi kebutuhan dalam tata kelola pemerintahan modern.
“Manajemen risiko bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar program pembangunan berjalan efektif, efisien, dan terukur,” tegasnya.
Beliau juga menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi publik melalui Pelatihan Public Speaking and Effective Communication Skill.
“Sering kali kebijakan yang baik tidak tersampaikan dengan tepat karena komunikasi yang kurang efektif. Karena itu ASN harus mampu menyampaikan pesan secara jelas, komunikatif, dan humanis,” ucapnya.
Khusus kepada aparatur Satpol PP, Nina Dewi berpesan agar dalam menjalankan tugas tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan profesional.
“Aparatur Satpol PP harus mampu menjaga ketertiban umum dengan pendekatan humanis tanpa mengabaikan ketegasan dalam penegakan aturan,” tambahnya.
Sementara itu, laporan penyelenggara disampaikan oleh Kepala Bidang PKT BPSDM Kaltim, Roslindawaty. Ia menjelaskan seluruh kegiatan dilaksanakan secara klasikal dengan total peserta sebanyak 120 orang.
“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta sesuai bidang tugas masing-masing, baik dalam pengelolaan keuangan, manajemen risiko, komunikasi publik maupun pelaksanaan tugas penegakan perda,” jelasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan BKD Provinsi Kaltim, Perwakilan Satpol PP Provinsi Kaltim, para widyaiswara, pejabat administrator, pejabat fungsional, serta jajaran panitia penyelenggara di lingkungan BPSDM Provinsi Kalimantan Timur. (/mul)
Foto: Andi/BPSDM


