
Sharing Session Episode 121, Bahas Strategi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Tengah Keterbatasan Anggaran






Samarinda-Optimalisasi potensi lokal menjadi salah satu kunci dalam menggerakkan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah, khususnya ketika pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran. Perspektif tersebut diangkat dalam Sharing Session Episode 121 BPSDM Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (22/9/26).
Mengusung tema “Strategi Menggerakkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Daerah di Tengah Keterbatasan Anggaran”, kegiatan ini menghadirkan Dr. Elitua Simarmata, ST., ME, Konsultan Kebijakan Publik, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sebagai narasumber. Diskusi dipandu Gunawan Wibisono, S.STP, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur Dra. Nina Dewi, M.AP dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterbatasan fiskal menuntut pemerintah bekerja semakin efektif, inovatif, dan kolaboratif. Efisiensi, menurutnya, bukan sekadar mengurangi belanja, tetapi bagaimana setiap sumber daya yang dimiliki mampu menghasilkan dampak pembangunan yang lebih besar.
“Pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan salah satu potensi yang dapat terus dikembangkan, dengan mengoptimalkan keunikan lokal, kreativitas masyarakat, teknologi, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, UMKM, komunitas, akademisi, media, dan masyarakat,” ujarnya.
Nina menekankan pentingnya peran ASN dalam membangun ekosistem pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. ASN tidak hanya dituntut sebagai pelaksana program, tetapi juga mampu menjadi penggerak dan orkestrator yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui sharing session ini, peserta diharapkan memperoleh perspektif baru dalam membangun strategi low budget–high impact, mengidentifikasi keunggulan lokal, membuka alternatif pembiayaan dan kemitraan, serta memanfaatkan teknologi untuk memperluas promosi dan akses pasar.
Nina juga mengajak peserta mengikuti kegiatan secara aktif dengan berdiskusi dan menggali pengalaman dari narasumber agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran ASN yang mendorong lahirnya gagasan inovatif, kolaborasi lintas sektor, dan pemanfaatan potensi daerah secara lebih optimal dalam mendukung pembangunan Kalimantan Timur. (/mul)
Foto: Andi/BPSDM

