
Sharing Session Episode 115 Bahas Strategi Membangun SMart ASN di Era Efisiensi
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur kembali menyelenggarakan Sharing Session Episode 115 secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Smart ASN di Era Efisiensi: Membangun Budaya Kerja Adaptif, Produktif, dan Berdampak” sebagai wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi aparatur sipil negara (ASN).
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur, Dra. Nina Dewi, M.AP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan birokrasi saat ini. Menurutnya, di tengah tuntutan efisiensi, percepatan transformasi digital, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik, ASN dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri.
Nina Dewi menjelaskan bahwa efisiensi tidak semata-mata dimaknai sebagai keterbatasan sumber daya atau pengurangan aspek operasional. Sebaliknya, efisiensi harus dipandang sebagai peluang untuk bekerja lebih cerdas, lebih tepat sasaran, dan menghasilkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
“ASN perlu membangun budaya kerja yang adaptif terhadap perubahan, produktif dalam menghasilkan kinerja terbaik, serta berdampak nyata bagi masyarakat. ASN juga harus mampu mengembangkan pola pikir inovatif, memperkuat kolaborasi, memanfaatkan teknologi digital secara optimal, dan terus meningkatkan kompetensi sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.
Kegiatan menghadirkan narasumber Dr. Agung Solihin, Founder SCB International Consulting, dengan moderator Muhammad Deny Syahroni, M.M, Widyaiswara BPSDM Provinsi Kalimantan Timur. Dihadiri para peserta dari lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan instansi daerah lainnya yang mengikuti kegiatan secara virtual.
Melalui Sharing Session Episode 115 ini, BPSDM Provinsi Kalimantan Timur berharap dapat meningkatkan pemahaman ASN mengenai pentingnya budaya kerja yang adaptif, produktif, dan berdampak, mendorong pemaknaan efisiensi sebagai peluang untuk bekerja lebih cerdas, serta menguatkan karakter Smart ASN yang mampu memanfaatkan teknologi, membangun kolaborasi, dan menjaga kualitas pelayanan publik secara profesional serta berintegritas. (/mul)


