
LKPJ 2025 Dipaparkan, Gubernur Harum Ungkap Kinerja APBD dan Capaian Strategis Kaltim
Samarinda- Kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sepanjang 2025 dipaparkan secara terbuka oleh Gubernur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) dalam Rapat Paripurna ke-7 DPRD Kaltim Tahun 2026 di Gedung B DPRD Kaltim, Karang Paci, Samarinda, Senin (30/3/26). Melalui penyampaian Laporan




Samarinda-Kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sepanjang 2025 dipaparkan secara terbuka oleh Gubernur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) dalam Rapat Paripurna ke-7 DPRD Kaltim Tahun 2026 di Gedung B DPRD Kaltim, Karang Paci, Samarinda, Senin (30/3/26). Melalui penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Gubernur Harum merinci realisasi APBD hingga capaian pembangunan di berbagai sektor sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus arah pembangunan Kaltim ke depan.
Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel, didampingi pimpinan DPRD lainnya, serta dihadiri Wakil Gubernur Seno Aji, anggota DPRD, Forkopimda, Sekda Sri Wahyuni, kepala perangkat daerah, akademisi, BUMN/BUMD, insan pers, serta Kepala BPSDM Provinsi Kaltim Dra Nina Dewi, M.AP.
Dalam paparannya, Gubernur Harum menjelaskan LKPJ disusun berdasarkan pelaksanaan APBD 2025 yang mengacu pada RPJPD 2025–2045, RPD 2024–2026, serta RPJMD 2025–2029. Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp17,735 triliun atau 92,61 persen dari target Rp19,149 triliun. Sementara belanja daerah terealisasi Rp19,372 triliun atau 89,28 persen dari target Rp21,696 triliun.
Sejumlah indikator pembangunan juga menunjukkan capaian positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat 79,39, tingkat pengangguran terbuka 5,18 persen, serta indeks pemberdayaan gender 61,41. Di sektor ekonomi, pertumbuhan mencapai 4,53 persen, tingkat kemiskinan 5,17 persen, dan inflasi 2,68 persen. Indeks kualitas lingkungan hidup berada di angka 81,7, sementara indeks reformasi birokrasi mencapai 85,16 dengan predikat A.
Program unggulan Gratispol dan Jospol juga telah direalisasikan melalui APBD Perubahan 2025 dengan anggaran Rp3,057 triliun dari target Rp3,584 triliun, capaian fisik 90,76 persen dan keuangan 85,28 persen.


