
BBPKA-PDN II dan BPSDM Kaltim Matangkan Profil Kebutuhan Pengembangan Kompetensi ASN 2025-2030
Samarinda- Kunjungan kerja dan konsolidasi dari Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri II (BBPKA-PDN II) Jatinangor ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Timur berlangsung hangat dan produktif, Selasa (24/2/2026). Kegiatan i





Samarinda-Kunjungan kerja dan konsolidasi dari Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri II (BBPKA-PDN II) Jatinangor ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Timur berlangsung hangat dan produktif, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pemantapan penyusunan Profil Kebutuhan Pengembangan Kompetensi ASN Pemerintah Daerah Tahun 2025–2030 di lingkup Kalimantan Timur.
Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala BBPKA-PDN II Jatinangor, Dr. Indra Maulana Syamsul Arief, S.Kom., M.Si., didampingi Kepala Bagian Perencanaan BPSDM Kemendagri Faisal Sadik, ST., MT., serta tim teknis yang terdiri dari Dyah Miranti Maharani, Santy Rosintawati, Maity Rubiyanti, Kiky Pribadi, dan M. Irpan Gustiawan.
Kehadiran rombongan diterima langsung oleh Kepala BPSDM Provinsi Kaltim Dra. Nina Dewi, M.AP., bersama Sekretaris Rina Kusharyanti, Kepala Bidang PKMF Apriyana Rachmawaty, Kepala Bidang SKPK Siti Djaitun, Kepala Bidang PKT Roslindawaty, Widyaiswara Ahli Utama Moh Jauhar Efendi, serta Analis Pengembangan Kompetensi Tajuddin Noor dan Titik Dwi Lestari.
Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya dengan fokus pada penguatan substansi dokumen profil kebutuhan pengembangan kompetensi ASN berbasis kapasitas dan karakteristik daerah. Diharapkan tersusun rekomendasi kebijakan pengembangan kompetensi aparatur yang lebih terarah, terukur, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah lima tahun ke depan.
Kepala BPSDM Kaltim menyambut baik kolaborasi ini dan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung penyusunan dokumen strategis yang akan menjadi rujukan pengembangan SDM aparatur secara berkelanjutan.
Melalui konsolidasi yang intensif dan kolaboratif ini, diharapkan dokumen Profil Kebutuhan Pengembangan Kompetensi ASN 2025–2030 benar-benar menjadi landasan strategis dalam mewujudkan aparatur Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi.


