Berita Umum

Sharing Session Episode 105, Kupas Seni Komunikasi Persuasif ASN

Samarinda-Kemampuan menyampaikan gagasan secara tepat menjadi salah satu kunci keberhasilan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mendukung pengambilan keputusan di lingkungan pemerintahan. Menyikapi hal tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Webinar Sharing Session Episode ke-105 dengan tema “Seni Komunikasi Persuasif ASN Agar Gagasan Diterima Pimpinan” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan Live Youtube pada Senin, 26 Januari 2026.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur, Dra. Nina Dewi, M.AP, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa kualitas gagasan yang baik perlu didukung oleh kemampuan komunikasi yang persuasif, strategis, dan etis. Menurutnya, dalam dinamika birokrasi pemerintahan, komunikasi yang efektif menjadi jembatan agar ide, inovasi, serta rekomendasi ASN dapat dipahami, diterima, dan diimplementasikan oleh pimpinan.

Sharing Session Episode 105 menghadirkan Bapak I Made Kertayasa, Master Trainer Public Speaking sekaligus Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebagai narasumber utama. Kegiatan ini dimoderatori oleh Fadil Hidayatul Fajri, S.P., Penata Layanan Operasional BPSDM Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam pemaparannya, narasumber membagikan berbagai wawasan dan pengalaman praktis terkait teknik komunikasi persuasif, strategi menyampaikan gagasan secara terstruktur, serta pendekatan yang efektif agar ide dan rekomendasi ASN dapat diterima oleh pimpinan. Materi yang disampaikan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri ASN dalam berkomunikasi serta membangun relasi kerja yang produktif di lingkungan organisasi.

Melalui kegiatan ini, BPSDM Kaltim berharap dapat meningkatkan kompetensi ASN, khususnya dalam kemampuan menyampaikan gagasan secara persuasif, profesional, dan berdampak. Webinar ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, mencerminkan tingginya antusiasme ASN dalam mengembangkan kapasitas komunikasi sebagai bagian dari peningkatan kinerja birokrasi.